Selasa, 15 Oktober 2024

Pendidikan yang tidak mendidi(*)k

Jika melihat fakta, ada beberapa fakta yang gw tau soal pendidikan. Pertama, Finlandia adalah negara dengan sistem pendidikan terbaik didunia; dan kedua, India adalah negara dengan penghasil orang cerdas terbanyak didunia. Kedua negara yang gw sebut itu termasuk kedalam jajaran negara maju yang kebetulan ciri dari negara maju adalah ketika sektor kesehatan, ekonomi, dan pendidikannya.

Nah sebagai negara yang kebetulan ngg punya pendirian soal sistem (gw rasa), Indonesia mencoba menerapkan sistem pendidikan yang ada di finlandia sebagai negara dengan sistem pendidikan yang terbaik didunia. Tapi si Bro lupa kalau ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan hasil yang sama seperti Finlandia.

Pertama, berapa banyak orang pendidikan yang nyemplung ke dinas pendidikan? Lha wong yang jabat ketika ini tulisan dibuat aja kuliahnya bukan di pendidikan kok pun ngg ada keknya punya track record ngajar di sekolah. “Lho tapikan dia bisa dong kalau cuma ngonsep mah?” eitss... permasalahan pendidikan di Indonesia terlalu kompleks kalau cuma dibuat konsepnya.

Kedua, apa tujuan pendidikan di Indonesia? Nah kalau ini bisa dijawab dengan jawaban normative karna emang ada tuh di Undang-undang dasar 1945 yang bunyinya “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Nah sialnya, dengan sistem ajar yang ada sekarang, pertanyaannya akan bertambah jadi “gimana tuh caranya?” yang pertanyaan itu cuma bisa dijawab sama para aktor lapangan dunia pendidikan. “kenapa mereka?” ya simplenya karna mereka yang paham kondisi lapangan. “terus pemerintah pusat ngapain tugasnya?” pertama, pikirin gaji mereka yang di lapangan terlebih yang honorer! Kedua, pemerataan tenaga pendidik yang artinya fasilitas di tiap daerah harus sama dengan wilayah yang dianggap maju (pulau jawa) yang artinya harus ada kesadaran bahwa alasan kedua kenapa guru numpuk di Jawa selain karna jawa punya kurang lebih 30% populasi di Indonesia dan mereka enggan/tidak boleh jauh-jauh dari keluarga, ya karna emang fasilitas umum yang ada di pulau lain ngg sebagus di pulau jawa.

Ketiga, jangan maksa kalau belum bisa. Kenapa gw berani bilang gini, ya karna emang gw ngerasa si bro belum waktunya buat nerapin sistem kek yang ada di Finlandia. Dan kenapa Finlandia? Kenapa ngg Jepang? Kenapa ngg India? Kenapa ngg Malaysia? Kenapa ngg Singapore? Masih banyak negara yang menurut gw punya kemiripan situasi dan kondisi dengan Indonesia. atau karna jawaban paling masuk akal adalah “karna pendidikan bukanlah sesuatu yang penting di Indonesia”

Dahlah... toh gw juga bukan orang yang punya latar belakang pendidikan. Tapi gw juga pernah kok ngajar di kelompok aja yang dibuat sama temen-temen gw.

Apapun itu, pendidikan haruslah mendidi(*)k. Dan istilah mendidi(*)k gw pake karna emang pendidikan haruslah menciptakan suatu rangsangan yang bisa membuat semua sektor yang ada di dunia pendidikan itu bangun, tegak, dan siap menciptakan sebuah generasi yang siap menjadi generasi penerus bangsa.

(yang bilang tulisan ini sexies, gw iyain. karna emang gw cuma tau gimana ciri cowok terangsang. Dan bukan karna gw ngg mau cari tau, tapi emang karna konteksnya adalah gw ngg ngebahas soal gimana ciri-ciri cowok/cewek terangsang. sekian)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuturial Membaca by KadangKiding

Yoo! Setalah lama ngg bikin blog karna kesebukan IRL, akhirnya gw bisa kembali lagi ke Blog ini. yaa walau pun gw ngg tau ada atau ngg yang ...