Selasa, 16 Juli 2024

Sekolah bukan tempat buang anak

sekolah merupakan satu instansi yang memiliki tugas "mencerdaskan kehidupan bangsa" sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945.

TAPI perlu disadari juga, sekolah hari ini seakan jadi tempat pembuangan anak. kenapa demikian? melihat fakta yang ada bahwa ngg sedikit orang tua yang ngomel2 ke sekolah ketika anaknya dapat nilai rapot yang buruk.

ok gw paham kenapa orang tua ngomel2 . Terlebih, nilai rapot adalah sesuatu yang bisa dilihat oleh orang tua secara langsung. tapi kan salah satu kewajiban orang tua memberikan pendidikan ke anak yang artinya pendidikan disini bukan hanya dilimpahkan ke sekolah atau bahkan guru perseorangan.

Dengan administrasi yang menyebalkan (menurut beberapa teman saya yg kebetulan jadi guru), tugas guru dalam menyusun kurikulum tuh udah mumet banget. lha ini ditambah tugas baru yaitu "menyervis" anak orang yang sudah tentu mereka tidak bersama si anak 24/7

pun pertanyaan besarnya adalah "kalau tugas mencerdaskan anak adalah tugas guru, lalu apa tugas orang tua?" nah inilah sedikit gambaran mengapa dunia pendidikan itu sangat kompleks.

untuk mencapai "Indonesia Emas" selain makanan bergizi gratis, perlu ada juga kesadaran dari orang tua kalau mereka juga punya kewajiban "mencerdaskan" anaknya.

"lho saya kan udah bayar sekolah anak saya? terus ngapain saya bayar mahal2 buat sekolah anak saya?"

satu hal yang akan saya katakan jika ada orang tua yang nanya kek gitu

"KALAU NGG MAU RIBET, NGG USAH NGE*TOT. PUN KALAU KEPALANG SAN*E, PAKE KONTRASEPSI"

sekali lagi gw mau bilang, sekolah bukan tempat buang anak. anak kalian boleh dititipkan disana, tapi kewajiban kalian sebagai orang tua (yang salah satunya adalah mendidik anak juga) ngg bisa serta merta diserahkan ke guru atau sekolah.

ngedumel sebanyak itu cuma satu harapan gw :

adanya kolaborasi seimbang antara instansi pendidikan formal dan orang tua. soalnya kalau ngg begitu, anak-anak seakan dibuang dari kehidupannya. Udah mah sekolah ngg mau nerima anak bodoh, nakal, dan susah diatur. pun orang tua juga demikian. Jadi ngapain juga mereka ada?

Wdyt?

2 komentar:

  1. Apreasiasi tinggi tuk orang tua yang mau kerjasama dengan guru anaknya di sekolah. Anw, tombol pukul tuk beliau beliau yang me-nomor sekian-kan hasil kawinnya setelah kawinnya sebelah mana ya? 🙏🏻

    BalasHapus

Tuturial Membaca by KadangKiding

Yoo! Setalah lama ngg bikin blog karna kesebukan IRL, akhirnya gw bisa kembali lagi ke Blog ini. yaa walau pun gw ngg tau ada atau ngg yang ...