Sabtu, 30 Desember 2023

Kisah dibalik Pant** Truk

 

Sumber gambar : instagram.com/bokongtruk.id

Sebagai penikmat seni, jujur gw sendiri jarang banget buat pergi ke galeri seni. Bukan karna di tempat gw singgah itu ngg ada galeri seni, tapi jujur (mungkin) gw bakal ngabisin banyak waktu disana saking betah dan takjubnya gw dengan karya seni orang lain.

Dan Sebagai penikmat debu pantura, gw sering banget nemuin coretan-coretan khas yang ada di pantat truk. Ya, tulisan kali ini gw akan ngebahas soal seni di pantat truk yang jujur sampe sekarang gw masih mempertanyakan, sebenernya apa maksud dan tujuan si pemilik truk kasih coretan di bagian belakang truknya. Apakah sekedar seni aja? Gw rasa ngg sesimpel itu. owh iya, sedikit informasi, Salah satu referensi dari tulisan ini adalah Youtube yang nama chanelnya “tangan belang”. Kalau lu mau mampir ke chanel itu, lu bisa langsung tinggalkan jejak dengan pencet subscribe. Ok gitu aja

Setidaknya kalau gw liat dari model gambarnya, setidaknya ada beberapa alasan (mungkin) yang menjadi motivasi dari sang pemilik truk buat bikin gambar di pantat truknya.

Pertama, fungsi estetika. Ya sekedar keren-kerenan aja. Karna semakin lu punya barang dan barang itu bernilai dan sering banget bersinggungan sama lu, ya setidaknya lu bakal bikin tuh barang jadi barang yang lebih keren dari pada punya orang lain. Apakah wajar? Wajar aja orang itu truk dia bukan truk gw. (emot nyengir ngerasa joke barusan lucu banget)

Kedua, Fungsi penanda. Ya bentuk truk kan sama semua apalagi biasanya mereka ngumpul ditempat yang sama (biasanya sih truk barang), nah buat ngebedain tiap-tiap truk maka perlu adanya penanda sebagai identitas yang gampang diliat.

Ketiga adalah fungsi pengekspresian. Lu pernah ngerasa ngg sih kalau tulisan yang ada di pantat truk itu kek relate banget sama lu? Kek kalimat “semoga lelahmu menjadi berkah”. Itu tuh kek sesuatu banget kan? Kek lu didoain sama pantat truk secara ngg langsung.

Keempat, fungsi marketing. Suka ngg suka, ada beberapa dari kita yang kenal suatu brand karna baca pantat truk, salah satunya gw dan itu betul-betul menyenangkan. Kenapa? Setidaknya pengetahuan gw soal suatu brand nambah satu walau cuma nama aja. Ibarat kata, pantat truk adalah salah satu media pengiklanan terbaik yang ada di Indonesia (setau gw cuma ada di Indonesia).

Dan terakhir adalah fungsi komunikasi dalam hal mengingatkan. Yak ini sebenernya ngg jauh beda sama fungsi ketiga. Tapi secara khusus, ada beberapa tulisan yang emang berakhir sebagai sebuah bentuk komunikasi tidak langsung dari “pantat truk” dengan kita. Contoh kalimatnya “Ngebut Benjut” yang berarti “semakin cepat dan ugal-ugalan kita, bisa saja kita akan celaka”, trus ada juga doa-doa yang emang ini menjadi salah satu model tulisan yang ada di pantat truk.

Terlepas dari tulisan dan gambar-gambar yang terlukis ternyata ada pesan-pesan yang bisa aja mengandung sebuah informasi yang mungkin aja bisa bermanfaat buat kita semua entah itu Cuma sekedar selingan biar kita bisa sedikit mringis bahkan sampe sedikit introspeksi pas kita lagi nyopir atau bahkan ngg bisa dipungkiri kalau ada nilai ekonomis juga didalamnya.

Gimana? Masih berpendapat kalau ilmu Cuma bisa di dapet di kelas-kelas, perpustakaan, diskusi, dan lain sebagainya?

 

Minggu, 24 Desember 2023

Musycab XXIV PC IMM Salatiga : Strategi, visi (mantan) Caketum dan Rekonsiliasi

 Oleh : Muhammad Iqbal A (mantan Caketum yang kalah)

Foto pas kapan tau. Fahmi (baju putih) Gue (baju hitam) -Soal baju aja berlawanan dong🤣

Pertama, Jujur aja kalau semisal ini diangkat, mungkin sedikit terlambat karna emang udah beberapa minggu dari pelaksanaan Musycab XXIV PC IMM kota Salatiga. Dan kedua, ini pandangan subjektif dari salah satu “mantan” Calon ketua umum. Jadi semisal ada asumsi kalau ini adalah tulisan patah hati karna kekalahan kemarin, ini akan gue jawab juga di tulisan ini.

Perlu disadari, bicara mengenai Pra Musycab, kedua caketum melancarkan sebuah strategi yang berbeda. Fahmi Febrianto (Ketua umum terpilih) menggunakan strategi politik yang mungkin biasa dilakukan oleh siapapun yang mencalonkan diri sebagai seorang pimpinan. Mulai dari mengumpulkan ketua umum, menjadi moderator SG ketika pembukaan, bahkan dengan terang-terangan duduk bersama dengan kader Ikatan. Salah satu strategi unik yang dibawa oleh Fahmi (sapaannya), menurut hemat gue, adalah dengan memberanikan diri mengumpulkan orang-orang yang memang “kurang menyukai” dirinya secara personal. Bahkan, terdapat beberapa “bocoran” adanya kontrak politik juga yang dibangun walau perlu diketahui jika dalam dunia politik terdapat sebuah kesepakatan tidak tertulis “Apa atau siapa dapat apa?”. Dan ini adalah point plus yang dimiliki oleh Fahmi sebagai ketua Bidang Hikmah PC IMM Salatiga 2023 yang mana gue rasa sudah pasti Fahmi lebih paham betul mengenai strategi politik dan segala bentuk akibatnya. Dan bicara mengenai “apa atau siapa dapet apa?” itu adalah sesuatu yang tidak bisa disalahkan sama sekali.

Selanjutnya gue akan membahas bagaimana suara gue bisa kalah padahal (bisa dibilang) gue paling sering datang duduk bersama kader IMM Salatiga ketika mereka mengadakan diskusi internal?

Strategi yang gue gunakan adalah dengan cara “kalau lu butuh gue, ya lu pilih gue”. Kenapa pakai strategi ini? karna memang (mode sombong : On) selama satu periode gue sebagai Ketua Korps Instruktur Salatiga walau gue masih duduk anteng di Komisariat, gue sendiri lebih konkret pergerakan pembaharuanya dari pada Fahmi. Kenapa gue berani bilang itu? karna periode gue di Korps Instruktur banyak pembaharuan yang gue dan tim ciptakan. Mulai dari merevisi instrument perkaderan yang sudah digunakan, analisis permasalahan perkaderan, sampai pembiasaan digitalisasi dalam perkaderan.

Gue sendiri sadar bahwa ada resiko yang akan gue tanggung disini, salah satu resikonya adalah kalah dalam suara. Kenapa demikian? Karna tidak ada kontrak politik “siapa atau apa dapat apa?” padahal jika bicara soal dukung mendukung, perlu adanya kejelasan dalam sikap politik. Selesai gue bahas strategi “kampanye” kedua (mantan) Calon ketua umum. Selanjutnya gue bahas Grand design dan strategi debat kedua (mantan) Calon ketua umum.

Secara garis besar, gue sama Fahmi emang punya grand design yang sama. Sama-sama soal pengembangan dan pendayagunaan sumber daya manusia. Yang membedakan keduanya terletak pada Fahmi mencoba memberikan solusi instan dengan melakukan kolaborasi dengan setiap elemen yang ada di PC IMM Salatiga dan gue sendiri mencoba membangun semuanya dari pondasi awal dan memang salah satu akibatnya adalah ketua umum berikutnya harus sejalan dengan grand design gue. Dah itu aja buat soal grand design. Lanjut ke Debat.

Di sini gue akan masuk dari gue sendiri dulu. Di debat kemarin, gue menggunakan strategi pick me banget. Kenapa tuh? Mulai dari sikap santai, jawaban yang sekenanya dan terkesan tidak jawab dulu mikir belakangan, ditambah gue sendiri menyatakan bahwa kalau gue kepilih gue akan menjadi pemimpin yang menyebalkan. Bahkan di Live Instagram pun sampai ada yang bilang “Iqbal sikapnya nyantai banget, tapi jawabannya makjleb” Kurang pick me apa lagi coba? (emot ketawa ngakak pake tulisan👍🏻)

Masuk ke ketua terpilih. Fahmi memunculkan sebuah sikap yang sangatlah mampu menghipnotis para musyawirin. Kenapa demikian? Mulai dari sikapnya yang “mencoba” tegas sampai jawaban-jawaban dari musyawirin yang sangat Fahmi pikirkan sebelum dia katakan. Dan menurut gue dengan point plus yang Fahmi perlihatkan ketika debat, sudah cocok betul dia buat jadi ketua umum terpilih. Selesai gue bahas soal debat.

Musycab sudah selesai dan ketua umum terpilih pun sudah ditentukan. Terlepas dari strategi politik dari kedua “mantan” calon ketua umum, perlu disadari ada beberapa percikan api yang masih menjadi PR buat ketua umum terpilih. Dan sebagai mantan atlet juga, gue ada komitmen buat fair atas kekalahan yang gue dapet. Di Musykorps Instruktur beberapa hari lalu, gue bilang “kalau emang instruktur butuh bantuan, gue siap bantu”. Kenapa gue bilang ini ke Instruktur, karna kalau semua-muanya dipegang sama Fahmi, Dia agak bingung soal kaderisasi. Dan dengan posisi gue saat ini yang gue juga menolak duduk di kursi yang ditawarkan Fahmi di Pimpinan Cabang, maka gue bisa menjadi “partner kritis” nya Fahmi dan kawan-kawan pimpinan cabang periode kedepan. Dan semoga, semua yang diwacanakan ketua umum terpilih bisa terlaksanakan.

Terakhir, pertanyaan soal "Apakah ini tulisan patah hati?" jawaban gue, Lu pernah liat gue kecewa soal beginian? Dan kalau lu pikir gue patah hati, lu mikir ngg, kenapa gue bangun komitmen sama Korps Instruktur? bisa lu jawab di kolom komentar kalau lu dapet jawaban dari pertanyaan gue😂

Tuturial Membaca by KadangKiding

Yoo! Setalah lama ngg bikin blog karna kesebukan IRL, akhirnya gw bisa kembali lagi ke Blog ini. yaa walau pun gw ngg tau ada atau ngg yang ...