Rabu, 15 September 2021

ARISTOTELES : INISIATOR NILAI MODERASI ERA MODERN


    Di abad 21 ini kampanye tentang nilai-nilai moderasi semakin sering terdengar setelah ratusan tahun tertidur karna wafatnya seorang rasul yang membawa nilai-nilai moderasi itu sendiri. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang belum mengenal apa itu nilai-nilai moderasi? mengapa kita harus bersikat moderat? siapa sebenarnya yang menciptakan teori moderasi ini? dan Bagaimana caranya bersikap moderat? Beberapa pertanyaan diatas mungkin juga luput dari perhatian para ahli yang mengkampanyekan nilai-nilai moderasi itu sendiri. Harapannya, tulisan ini bisa menjadi salah satu penyempurna sesuatu yang hilang dari kampanye nilai moderasi itu sendiri.

Istilah moderasi sendiri berasal dari kata bahasa inggris moderate yang bisa diartikan dengan sesuatu yang tidak berlebih, tidak ekstrim, dan segala sesuatu yang sifatnya tidak condong terhadap satu padndangan.

Moderasi sendiri dewasa ini sering diartikan dengan “tengah-tengah” maksudnya tidak ekstreem kanan maupun ekstreem kiri dan pengertian itu juga yang menjadi satu kelemahan dari kampanye moderasi itu sendiri. Hal in berdasarkan kepada sifat alamiah manusia yang enggan untuk dipaksa meninggalkan apa yang mereka percayai. Dan kata “tidak” sendiri memiliki sifat memaksa (syariat). Sehingga diskursus yang terjadi menjadi bersifat dogmatis dan dan hanya berkutat pada pengertian saja. Padahal, jika kita memahami minat literasi di Indonesia sendiri sangatlah rendah dan jika hanya berkutat pada nilai-nilai dogmatis, maka tujuan dari wacana nilai-nilai moderasi sendiri akan sukar tercapai.

Pada era filsafat Yunani kuno, seorang filsuf bernama Aristoteles mengemukakan pendapatnya tentang nilai-nilai moderasi era modern secara tidak langsung. Dalam pendapatnya itu, ia mengemukakan bahwa segala sesuatu yang baik selalu berada diantara 2 hal yang tidak baik, atau lebih tepatnya berlebihan dan juga saling bertolak belakang. Sebagai contoh, sifat “berani” berada diantara 2 sifat yang berlebihan dan berto;ak belakang, yaitu sifat “pengecut” dan sifat “nekad”. Contoh lain adalah sifat “dermawan” berada diantara 2 sifat yang berlebihan dan bertolak belakang juga, yaitu “pelit” dan “boros”.

Aristoteles sendiri dilahirkan di kota Stagira, kota di wilayah Chalcidice, Thracia, Macedonia tengah tahun 384 SM. Ayahnya yang benama Nicomacus adalah seorang tabib pribadi Raja Amyntas III dari Macedonia. Ayahnya meninggal ketika Aristoteles berusia 15 tahun. Karena itu, ia kemudian di asuh oleh pamannya yang bernama Proxenus. Pada usia 17 tahun, Aristoteles pergi ke Athena balajar di Akademi Plato dan menjadi murid Plato. Kemudian ia diangkat menjadi seorang guru selama 20 tahun di akademi tersebut. Di bawah asuhan Plato dia menanamkan minat dalam hal spekulasi filosofis. Aristoteles merupakan orang pertama di dunia yang dapat membuktikan bahwa bumi bulat. Pembuktian yang dilakukannya dengan jalan melihat gerhana. Sepuluh jenis kata yang dikenal orang saat ini dengan kata benda, kata sifat, kata benda dan sebagainya, merupakan pembagian kata menurut pemikirannya.

Dengan meninggalya Plato pada tahun 347 SM, Aristoteles meninggalkan Athena dan mengembara selama 12 tahun. Dalam jenjang waktu itu ia mendirikan akademi di Assus dan menikah dengan Phytias yang tak lama kemudian meninggal. Ia lalu menikah lagi denga Herpyllis yang kemudian memberikan ia seorang anak laki-laki yang akhirnya ia beri nama Nicomacus seperti ayahnya. Pada tahun-tahun berikutnya ia juga mendirikan akademi di Mytilele. Saat itulah ia sempat menjadi guru Alexander Agung selama tiga tahun.

Di tahun 335 SM, sesudah Alexander naik tahta kerajaan, Aristoteles kembali ke Athena dan mendirikan semacam akademi di Lyceum. Di sinilah selama 12 tahun ia memberikan kuliah, berpikir, mengadakan riset dan experimen serta membuat catatan-catatan dengan tekun dan cermat. Dalam masa kepemimpinannya Alexander Agung tidak meminta nasehat kepada bekas gurunya, tetapi ia berbaik hati menyediakan dana bagi Aristoteles untukmelakukan riset dan experimen. Hal ini mungkin menjadi contoh pertama dalam sejarah seorang ilmuan menerima jumlah dana yang besar dari pemerintah untuk maksud penelitian atau penyelidikan.

Walaupun begitu, hubungan Aristoteles dengan Alexander Agung diliputi oleh berbagai macam polemik. Aristoteles menolak secara prinsipil cara kediktatoran Alexander, apalagi ketika Alexander menghukum mati sepupu Aristoteles dengan tuduhan pengkhianatan. Alexander memandang Aristoteles terlalu demokratis hingga ia memiliki fikiran untuk membunuhnya pula. Tetapi Aristoteles memiliki hubungan yang erat dengannya dan sangat dipercaya oleh orang-orang Athena, sehingga Alexander mengurungkan niatnya. Kemudian Alexander meninggal pada tahun 323 SM dan golongan anti Macedonia memegang tampuk kekuasaan di Athena. Aristoteles didakwa kurang ajar kepada dewa dikarenakan penelitian-penelitian yang ia lakukan. Kerena takut di bunuh orang Yunani yang membenci pengikut Alexander, Aristoteles akhirnya melarikan diri ke Chalcis. Satu tahun setelah pelariannya ke kota itu, tepat pada tahun 322 SM, Aristoteles meninggal pada usia 62 tahun.

Pemikiran

1.      Logika

Salah satu peninggalan Aristoteles dalam dunia filsafat adalah dalam bidang logika yang biasa disebut dengan silogisme. Silogisme sendiri diartikan dengan uraian terkunci, atau secara pergetian lainnya adalah menarik kesimpulan dari 2 kenyataan (umum-khusus) untuk mendapatkan premis baru yang tepat dari keduanya.

Contoh :

~ Premis a “semua manusia akan mati”

~ Premis b “Dia adalah manusia”

Δ Premis ab “Dia akan mati”

2.      Filosofia teoritika

a.       Fisika : Menurut Aristoteles, segala sesuatu yang ada didunia terdiri dari 2 materi yang memiliki sifat berbeda yang mana digerakkan oleh penggerak pertama (saat ini dinamakan tuhan, akan tetapi Aristoteles tidak menyebutnya dengan istilah tuhan).

b.      Matematika : Aristoteles berpendapat bahwa logika harus dureapkan pada semua bidang ilmu, termasuk matematika. Analisis diperlukan untuk membangun aksioma-aksioma yang terdapat di dalam matematika

c.       Metafisika : Aristoteles menolak apa yang diajarkan oleh gurunya (plato) yang mengatakan memisahkan dunia nyata dan alam idea. Menurutnya, apa yang sudah ada didunia ini adalah gabungan dari suatu yang nyata (metter) dan memiliki esensi (form). Singkatnya, segala sesuatu yang ada didunia ini memiliki wujud benda dan bentuk dan keduanya tidak dapat dipisahkan

3.      Filosofia praktika

a.       Etika

Menueut Aristoteles, semua manusia pada dasarnya adalah orang yang baik, namun dikarnakan faktor lingkungan seorang manusia dapat berubah. Sehingga, menurutnya polis yang ideal adalah sebuah komunitas dari kumpulan individu yang tidak memiliki kedudukan yang mengarah kepada kebaikan yang sebaik mungkin

b.      Politik

Dalam hal ini, Aristoteles menawarkan 3 bentuk negara yang menurutnya yang terbaikakan tetaoi menurutnya jenis negara yang baik Monarki; Aristokrasi; Demokrasi. Akan tetapi, menurtnya negara paling yang berazaskan kepada aristokrasi dan demokrasi.

4.      Filosofia Aktiva

Ia berpandangan bahwa sebuah karya seni adalah sebuah perwujudan artistik yang merupakan hasil chatarsis disertai dengan estetika. Chatarsis adalah pengungkapan kumpulan perasaan yang dicurahkan ke luar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuturial Membaca by KadangKiding

Yoo! Setalah lama ngg bikin blog karna kesebukan IRL, akhirnya gw bisa kembali lagi ke Blog ini. yaa walau pun gw ngg tau ada atau ngg yang ...